Postingan

Menampilkan postingan dengan label iain ponorogo

IAIN jadi UIN, Apa Bedanya?

Gambar
Senin, 26 Mei 2025 IAIN Ponorogo resmi alih status menjadi UIN Kyai Ageng Muhammad Besari. Peralihan status ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang patut diapresiasi, baik dari civitas akademika serta seluruh masyarakat secara luas.  Perubahan ini bukan hanya sekadar pergantian nama atau status kelembagaan, melainkan juga membawa konsekuensi besar terhadap arah, visi, & kiprah kampus untuk menciptakan warga yang lebih maju & berdaya saing. Namun, kembali pada euforia & pujian yg muncul, terdapat sejumlah hal yang perlu dijadikan perhatian bersama, terutama apabila kita ingin transformasi ini benar-benar membawa manfaat konkret & bukan sekadar sebagai formalitas administratif belaka. Jika dilihat, tentunya perubahan status ini membuka peluang besar bagi UIN Kyai Ageng Muhammad Besari sebagai sentral pendidikan Islam yang lebih terdepan dan inklusif. Dengan status universitas, kampus ini sekarang mempunyai wewenang untuk membuka program studi pada luar ru...

Ketidakhadiran Dosen: Sebuah Kritik terhadap Krisis Tanggung Jawab Akademik

Gambar
" Ketidakhadiran Dosen: Sebuah Kritik terhadap Krisis Tanggung Jawab Akademik ” Dalam bangku perkuliahan, dosen memiliki peran yang sangat krusial sebagai tenaga pendidik, fasilitator dalam diskusi, dan pembimbing pada dunia intelektual. Namun, realitas menunjukkan adanya fenomena yang cukup memprihatinkan, yakni dosen yang jarang masuk kelas. Ketidakhadiran ini bukan hanya berdampak pada proses pembelajaran, tetapi juga mencerminkan krisis tanggung jawab dalam dunia akademik. Secara teoritis, fenomena ini dapat dianalisis melalui Teori Peran (Role Theory) yang dikemukakan oleh Ralph Linton. Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki peran sosial yang harus dijalankan sesuai dengan ekspektasi yang melekat pada posisi sosial tersebut. Dalam konteks ini, dosen berperan formal sebagai pengajar yang bertanggung jawab menyampaikan materi, membimbing mahasiswa, dan hadir secara konsisten di ruang kelas. Ketika peran ini diabaikan, maka terjadi penyimpangan per...

BULETIN BELUKAR EDISI IV

Gambar

BULETIN BELUKAR EDISI III

Gambar

BULETIN BELUKAR EDISI II

Gambar

BULETIN BELUKAR EDISI I

Gambar
 

BIOGRAFI FARID ESACK

Gambar
  BIOGRAFI FARID ESACK   Farid Esack, lengkapnya Maulana Farid Esack, pemikir muslim asal Afrika Selatan, memang seorang  juru bicara bagi solidaritas atas nama kemanusiaan  bagi semua orang. Kenyataan bahwa setiap orang  adalah manusia harus dikedepankan di atas pertimbangan  lainnya, termasuk agamanya. Apapun agama seseorang  tidak lantas menurunkan derajatnya sebagai manusia  seperti diri kita sendiri.  Farid Esack dengan keberanian yang dimilikinya  sangat meyakini, bahwa Kitab Suci Al-Qur’an  adalah sebuah wahyu yang memberikan pemihakan  kepada kelompok lemah atau mustad’afin. Maka  apapun penafsiran seseorang atas Al-Qur’an harus  berpihak kepada kaum mustad’afin. Komitmen  membangun sebuah masyarakat egaliter, berkeadilan, berkesetaraan, dan tanpa rasialisme harus menjadi  ukuran-ukuran dalam setiap penafsiran teks-teks suci.  Dalam rentang kehidupannya di Afrika Selatan, terutama pada masa ...

SEJARAH PMII

Gambar
  Pendirian PMII              Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Sebelum berdirinya PMII, sudah ada organisasi mahasiswa Nahdliyin, namun masih bersifat lokal. Organisasi itu diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) berdiri pada Desember 1955 di Jakarta. Di Surakarta dirikan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) pada tahun yang sama. Kemduian berdiri juga Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PMNU) di Bandung. Selain organisasi tersebut, ada pula mahasiswa Nahdliyin yang tergabung pada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang terwadahi pada departemen perguruan tinggi. Adanya berbegai macam organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama ternyata tidak mampu membendung hasrat untuk berdirinya ...