Postingan

Menampilkan postingan dengan label PMII Rayon Farid Esack komisariat IAIN Ponorogo

MENCETAK KADER MUJAHID, PMII RAYON FARID ESSACK GELAR PKD III

Gambar
  Dokumentasi PKD III PMII FE Dalam Rangka mencetak para kader mujahid, Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Rayon Farid Essack menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) III. PKD berlangsung selama empat hari terhitung mulai dari Kamis, 12 Juni sampai dengan Ahad, 15 Juni 2025 di Balai Desa Ngunut. Acara resmi di buka pada hari Kamis pukul 14.30 oleh ketua cabang PMII Ponorogo, Azizah Intan Khoirotun Nisa’. Tidak hanya itu, pembukaan juga dihadiri oleh ketua KOPRI cabang Ponorogo, Ketua PMII Komisariat UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Ketua KOPRI Komisariat, serta jajaran ketua rayon yang berada di bawah naungan PMII Komisariat UIN Ponorogo.  PKD III kali ini di ikuti oleh  22 peserta baik dari internal maupun eksternal. Salah satu peserta eksternal yang turut serta dalam kegiatan ini  dari Rayon Abdul Alwi Murtadho Komisariat IAI Ngawi. PKD kali ini mengusung tema “PMII di persimpangan jalan?” Tema ini diangkat untuk menunjukkan kesadaran bahwa anggota P...

MEMBUMIKAN KEMBALI PEMIKRAN DAN LITERASI MAHBUB DJUNAIDI

Gambar
Sosoknya dikenal sebagai seorang jurnalis, organisatoris, dan juga seorang politisi. Namun tak banyak yang mengenal ia sebagai seorang sastrawan. Ia adalah Mahbub Djunaedi seorang tokoh sekaligus aktifis NU yang juga ketua PB PMII pertama, sosoknya yang begitu berpengaruh dan juga di segani di era-nya (bahkan hingga sekarang), kritiknya terhadap pemerintah lewat tulisan-tulisanya begitu menjadi pertimbangkan keputusan presiden Soekarno waktu itu, sekaligus membuat Mahbub Junaedi menjadi sosok sentral yang kedudukanya sejajar menyamai presiden Indonesia.  Mahbub junaedi yang merupakan anak pertama dari 13 bersaudara , beliau lahir di Tanah Abang Jakarta Pusat 27 juli 1933 dari putra seorang kiyai NU kyai Haji Muhamad Junaedi. Mahbub mengawali kegemarnya menulis saat ia masih di sekolah dasar, ia di kenalkan terhadap dunia menulis oleh gurunya kiyai Amir, semasa ia menempuh Pendidikan di Madrasah Manba’Ulum di Solo Jawa Tengah. Karyanya yang tersohor waktu itu adalah cerpen berjudul ...