Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Dekonstruksi Ketidaktahuan Seksual sebagai Mekanisme Kontrol terhadap Tubuh Perempuan

Ringkasan Hingga hari ini, tubuh perempuan masih dikurung dalam lapis ketidaktahuan yang saling menguatkan, seksualitas dianggap tabu dan tidak penting; alat kelamin disebut dengan eufemisme "itu" atau "bawah sana" yang mengaburkan realitas anatomi; mitos ilmiah seperti "selaput darah sebagai penanda keperawanan" atau "makan nanas dapat menggugurkan kandungan" terus direproduksi tanpa kritik, kesehatan reproduksi diabaikan hingga muncul infeksi saluran reproduksi yang tidak tertangani, masturbasi respons fisiologis normal diharamkan tanpa dasar medis, kemandulan distereotipkan sebagai "cacat perempuan" padahal 40–50% kasus berasal dari faktor laki-laki dan tubuh perempuan direduksi menjadi objek yang dikontrol kolektif, bukan subjek yang berdaulat atas dirinya sendiri. Data empiris mengonfirmasi kerentanan struktural ini indeks pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Indonesia hanya 53,4 persen (BKKBN, 2022) 68% remaja perempuan di Ja...