Postingan populer dari blog ini
PMII Rayon Farid Esack Selenggarakan MAPABA 2025 Dengan Tema "Towards Cadre of Ulul Albab: Chapter I"
Jum’at, 05 September 2025 PMII Rayon Farid Esack Universitas Islam Negri (UIN) Ponorogo melaksanakan Pembukaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang bertempat di Pondok Pesantren Syekh Syubakhir, Dusun Krajan, Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. MAPABA tahun ini diikuti oleh 25 peserta dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan, diantarnya, Ketua Komisariat UIN Ponorogo, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) UIN Ponorogo, Ketua Rayon Songgolangit, serta Ketua Rayon Bahasa. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB. Rangkaian kegiataan dikemas pembawa acara menggunakan perpaduan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, sehingga mencerminkan nilai intelektual, religius, sekaligus kebangsaan. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana khidmat MAPABA 2025. Setelah itu, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan Yalal Wathon dan Mars PMII sebagai wujud rasa cinta tanah air...
NAVIGASI SEKOLAH FILSAFAT III PMII RAYON FARID ESACK 2025
Membuka Peta S ekolah Filsafat III PMII Rayon Farid Esack bukan kegiatan yang lahir dari kebutuhan administratif atau sekadar menjaga keberlanjutan program kerja. Ia tidak dimaksudkan sebagai ritual tahunan, atau sebagai penanda kejayaan generasi tertentu. Kegiatan ini berangkat dari refleksi mendalam pengurus rayon, yang bermula dari satu pertanyaan paling sederhana namun paling penting: “Filsafat, penting atau tidak?” Pertanyaan ini bukan basa-basi, tetapi kompas yang membuat kami berhenti sejenak dan melihat realitas kader. Kami menyadari bahwa banyak persoalan intelektual dan kultural yang kami hadapi hari ini tidak akan pernah selesai jika tidak dimulai dari keberanian untuk membuka peta-peta besar filsafat yang menjadi medan perjalanan panjang manusia memahami dunia. Dengan peta itu, kita menelusuri jejak arah, pusat, dan perubahan dalam cara manusia mencari makna. Tanpa peta, kita hanya berjalan dalam kabut. Tetapi dengan peta, perjalanan menjadi mungki...














Komentar
Posting Komentar